Minggu, 19 Mei 2013

sistem komunikasi kelompok ibu rumah tangga

Layaknya teori dalam system komunikasi kelompok, seorang ibu dengan 2 orang anak nya menjalani interaksi, berkomunikasi, dan memberikan pengaruh satu sama lain dengan kelompoknya dengan intensitas waktu yang tidak bisa dibilang singkat. Kelompok yang turut meramaikan kehidupan sehari-hari si ibu tersebut, terbagi menjadi beberapa klasifikasi. Seperti hubungannya dengan, suaminya, merupakan contoh konkret dari klasifikasi kelompok primer, karena dalam hubungan tersebut melibatkan keterkaitan secara emosional antara keduanya. Begitu juga hubungan yang terjalin antara ibu dengan salah satu anaknya, karena merasa sangat akrab mereka pun lebih banyak memberikan cerita-cerita pribadi satu sama lain, sehingga hubungan mereka ini dikategorikan sebagai kelompok primer karena terjalin lebih personal dibandingkan dengan orang lain.

Sedangkan untuk kelompok sekunder dapat dicontohkan antara hubungan si ibu dengan ibu rumah tangga lainnya yang sama-sama mengantar anaknya bermain di taman, atau para wanita yang bersama-sama dengan si ibu berbelanja di sebuah toko pakaian yang sedang mengadakan diskon, ataupun ibu-ibu lain yang juga sedang berbelanja di toko mainan anak-anak. Hubungan ini dimasukan kedalam kategori kelompok sekunder karena antara si ibu dan ibu rumah tangga lainnya atau para wanita tersebut tidak terjalin keakraban yang berarti, dan hubungan mereka pun tidak terjalin dengan lebih personal.

Dalam teori ini juga mengenal istilah ingroup dan outgroup. Kelompok primer dan sekunder yang dimiliki si ibu bisa juga disebut dengan ingroup, sedangkan kelompok lain yang dimiliki orang lain bagi si ibu merupakan outgroup Kemudian dalam kesehariannya si ibu juga mempunyai sebuah kelompok rujukan sebagai tempatnya berkeluh kesah mengenai segala apa yang dia rasakan dan meminta saran serta menyalurkan hobi untuk menulis sekaligus tempatnya untuk mengukur dan menilai dirinya sendiri namun tidak mengabaikan keinginannya untuk tetap menjadi seorang penulis atau belum. Dalam kategori kelompok deskriptif yaitu yang mengelompokkan kelompok berdasarkan tujuannya terdapat yang disebut dengan kelompok katarsis, yaitu kelompok yang difungsikan sebagai tempat melepaskan perasaan. Kelompok ini di punyai juga oleh si ibu. Dengan blog yang sering dia tulis sebagai tempat mencurahkan keluhannya.

Berbagai kelompok yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari ternyata mempunyai perannya tersendiri. Salah satu peran kelompok adalah sebagai identitas bagi anggotanya. Seperti kelompok yang diikuti oleh si ibu, merupakan pengidentitasan diri si ibu sebagai wanita atau ibu yang feminin, karena kelompok tersebut terkenal sebagai kelompok yang memegang prinsip feminisme. Dalam kelompok tersebut juga terdapat berbagai pengaruh yang terjadi didalamnya. Salah satunya yaitu konformitas. Dalam kelompok ini berpeluang terjadi pengaruh konformitas karena sejumlah anggota kelompok memiliki kecenderungan yang sama, yaitu usia atau status (orang tua). 

Hal tersebut melibatkan  factor personal didalamnya. Dalam kelompoknya sebagai istri dan orang tua yang dituntut untuk dapat menyelesaikan segala macam masalah yang ada dalam keluarganya termasuk segala kegiatan didalamnya berpeluang menimbulkan polarisasi. keputusan yang dapat diambil dari kasus yang dihadapi si ibu ini adalah memperbaiki komunikasinya terutama dengan suaminya sendiri. mengurangi kegiatan-kegiatanya diluar rumah yang hanya membuang waktu, lebih memprioritaskan keluarga, dan melakukan komunikasi yang efektif dalam kehidupannya, membicarakan setiap masalah yang dihadapi dengan keluarganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar